Senin, 05 Januari 2015

tugas softskill. Gaya Hidup

GAYA HIDUP




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi dan modern saat ini, gaya hidup atau life style merupakan hal yang sangat penting dan kerap menjadi ajang untuk menunjukkan identitas diri seseorang. Berbagai macam cara dilakukan orang-orang itu untuk dapat menunjukkan jati dirinya masing-masing, baik itu dari segi cara berpakaian, pola hidup, bahkan sampai ke perilaku seksual yang akhir-akhir ini semakin menyimpang dari etika dan norma yang ada.

Ada beberapa kontradiksi ideologis berkaitan dengan perkembangan gaya hidup didalam kehidupan bermasyarakat. Para pendukung Marxisme misalnya, melihat pembentukan diferensiasi sosial dan gaya hidup adalah sebagai akibat dari model relasi produksi kapitalisme yang menyimpan konflik sosial di dalamnya. Sedangkan para pemikir non Marxis (misalnya Durkheim, Parsons, Williamson) melihat diferensiasi dan terbentuknya gaya hidup tersebut sebagai suatu yang positif dalam perkembangan masyarakat. Gaya hidup menurut mereka, merupakan satu bentuk kreativitas yang diperlukan bagi kemajuan sosial dan kultural (Piliang, 2004: 303).

Kontradiksi tersebut juga telah mulai muncul di Indonesia seiring dengan perkembangan berbagai gaya hidup kahir-akhir ini. Dapat terlihat bahwa di dalam suatu pergaulan dibutuhkan aturan-aturan atau norma-norma yang terjadi atas kesepakatan bersama dan bertujuan untuk menghindari segala sesuatu yang bersifat negatif. Lingkungan yang pertama kali memperkenalkan individu kepada aturan yang berlaku di masyarakat adalah lingkungan keluarga. Keluarga biasanya membimbing kita kepada penyelarasan terhadap norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat dengan tujuan menghindari penolakan sosial dikarenakan mengenal aturan-aturan atau norma-norma sosial yang terdapat di masyarakat.

Aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat tertentu akan menjadi suatu kebiasaan, apalagi bila didukung oleh lingkungan yang setiap hari memberi contoh. Dengan sadar atau tidak sadar kelompok lainnya akan meniru kebiasaan tersebut.






BAB II
PEMBAHASAN

Gaya hidup (English: lifestyle) adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah tergantung jaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya. Istilah gaya hidup pada awalnya dibuat oleh psikolog Austria , Alfred Adler , pada 1929. Pengertiannya yang lebih luas, sebagaimana dipahami pada hari ini, mulai digunakan sejak 1961.

Gaya hidup bisa dilihat dari cara berpakaian,kebiasaan, dan lain-lain. Gaya hidup bisa dinilai relatif tergantung penilaian dari orang lain. Gaya hidup juga bisa diijadikan contoh dan juga bisa dijadikan hal tabu. Contoh gaya hidup baik: makan dan istirahat secara teratur, makan makaiadn 4 sehat 5 sempurna dan lain-lain. Contoh gaya hidup tidak baik: berbicara tidak sepatutnya, makan sembaragan dan lain-lain. Kesehatan bergantung pada gaya hidup.

Seiring dengan berkembanganya Ilmu pengetahuan, teknologi yang dengan pesat sesuai berkembangnya peradaban manusia banyak manusia yang merubah gaya hidupnya. Mereka merubah gaya hidup karena manusia memang harus berkembang sebebas-bebasnya atas apa yang dirancang, diprogramkan di dalam hidup yang dijalankannya itu.

Tetapi manusia lupa akan keterbatasannya bahwa ia masih mempunyai kelemahan manusiawi; contoh ciderawi dan belum sempurna. Itulah sebabnya kemungkinannya ia masih bisa jatuh dalam pencobaan, ujian, rintangan, hambatan, penggodaan duniawi.

Penggodaan duniawi itu seperti keterangan tersebut di bawah ini.
Gaya hidup modern :
1. Arti : Suatu sikap, perilaku, perbuatan dan tingkah laku yang sesuai dengan tuntutan jaman dan didasarkan pada kemampuan ratio/akal budi, pikiran manusia.

2. Bentuk-bentuk gaya hidup manusia
A.B Susanto dalam bukunya "Potret-potret Gaya Hidup Metropolis", memaparkan dengan gamblang berbagai bentuk gaya hidup manusia modern di kota metropolis seperti Jakarta, antara lain :
a. Menjadikan "Status" sebagai sesuatu yang penting.
Maksudnya bahwa status seseorang (keberadaan yang melekat di dalam dirinya itu) ditandai dengan penampilan dan segala yang dipakainya.
Contoh : mobil, telepon seluler, peralatan rumah tangga yang serba mewah.

b. "Mobilitas yang Tinggi"
Maksudnya : segala kegiatan bisnis yang padat yang tidak dibatasi adanya faktor jarak waktu, tempat, dan Negara.
Contoh : pagi di Jakarta, siang sudah di Medan dan esoknya sudah di Singapura.

c. "Bercengkerama di tempat-tempat tertentu"
Maksudnya : bercengkerama untuk melepaskan segala kepenatan kerja di suatu tempat yang dianggapnya paling nyaman.
Contoh : seperti kafe dianggap sebagai suatu produk dijadikan ikon gaya hidup modern (ikon : ciri khas, karakteristik) yang begitu banyak digandrungi orang.

d. Lunch, golf, dinner
Maksudnya : tata krama yang lazim dipakai untuk mengadakan pendekatan / mempengaruhi kebijaksanaan orang lain dalam pengambilan keputusan.
Contoh : sembari main golf, para pengusaha melakukan lobby bisnis kepada staf meteri perumahan rakyat.

e. Pernikahan Agung
Maksudnya : moment (peristiwa yang tiada bandingnya) kehidupan yang perlu dirayakan secara besar-besaran.
Contoh : Pernikahan agung keluarga Cendana dirayakan dengan cara mewah diball-room hotel Mulia Senayan Jakarta dihadiri para pembesar dan pejabat pemerintahan RI

f.  Cara hidup instan
Maksudnya : gaya hidup yang ingin serba cepat, praktis, dan efektif.
Contoh : makanan fastfood McDonald, KFC.

g. Gaya hidup dengan teknologi komunikasi
Maksudnya : kemampuan alat-alat teknologi informasi yang membuat orang /dunia berada di genggaman tangan, sehingga menjadi sangat mudah dikonek/dihubungi.
Contoh : perkembangan alat CIP, internet.

h. Wisuda : pengukuhan kelulusan yang digunakan untuk pengakuan pada tingkat kesarjanaan; master dan doctoral. Bergeser digunakan untuk merayakan kelulusan pada tingkat yang lebih rendah.
Contoh : wisuda untuk melepas kelulusan taman kanak-kanak, SMA, disertai pesta semalam suntuk.



BAB III
PENUTUP


SARAN:  boleh saja kita merubah gaya hidup yang lebih moderen, akan tetapi masih bisa di atas normal dan masih mengikuti norma-norma yang berlaku. Dalam memilih pergaulan juga harus lebih selektif. Itu di lakukan agar kita tidak ikut terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.




DAFTAR PUSTAKA:



Selasa, 18 November 2014

pembelian

BAB I
PENDAHULUAN

Pembelian  merupakan   proses   penemuan   sumber   dan   pemesanan   bahan,   jasa,   dan perlengkapan.  Kegiatan  tersebut  terkadang  disebut  dengan Pengadaan  barang.  Tujuan  utamanya adalah  untuk memperoleh  bahan  dengan  biaya  serendah  mungkin  yang  konsisten  dengan  kualitas dan   jasa   yang   dipersyaratkan.   Terlepas   dari   memastikan   bahwa   perusahaan   mempunyai persediaan  bahan  tanpa  henti,  adalah  fungsi  dari  pembelian  untuk  memastikan  bahwa  ada keseimbangan   antara   persediaan   bahan   dengan   tingkat   inventaris   sehingga   perusahaan dapat mempertahankan posisi labanya sepanjang menyangkut biaya bahan.


Pembelian juga didefinisikan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang diperlukan oleh perusahaan dan dapat diterima tepat pada waktunya dengan mutu yang sesuai serta harga yang menguntungkan.


BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Pembelian Dalam kehidupan sehari hari anda akan mengalami kejadian atau transaksi pembelian, pembelian merupakan suatu tindakan untuk mendapatkan barang atau jasa yang kemudian akan dipeguanakn sendiri atau di jual kembali, pembelian biasanya dilakukan minimal dua pihak atu lebih atau yang sering disebut sebagai penjual dan pembelian, Pembelian dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu pembelian secara cash dan pembelian secara credit


Pengertian Pembelian :

Pengertian Pembelian adalah Suatu pristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh dua belah pihak dengan tujuan menukarkan barang atau jasa dengan menggunakan alat transaksi yang sah dan sama-sama memiliki kesepakatan dalam transaksinya, dalam pembelian terkadang akan terjadi tawar menawar antara pembeli dan penjual hingga mendapatkan kesepakatan harga yang kemudian akan melakukan transaksi penukaran barang atau jasa dengan alat tukar yang sah dan di sepakati kedua belah pihak

Tugas Pembelian :

1.      Melakukan transaksi pembelian pada watu dan tempat yang tepat
2.      Barang yang dibeli memiliki manfaat dan fungsi yang diperlukan
3.      Sebelum membeli membandingkan harga dari tempat yang berbeda
4.      Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian barang atau jasa
5.      Barang yang dibeli kemungkianan dapat dijual kembali
6.      Sebelum membeli lakukan periksalah harga pasar yang ada

Manfaat Pembelian :

1.      Mendapatkan barang hasil pembelian
2.      Dapat memenuhi kebutuhan melalui pembelian
3.      Hasil Pembelain dapat bermanfaat
4.      Penjual mendapatkan hasil dari penjualannya

Jenis-Jenis Pembelian :

Pembelian Secara Cash atau tunai adlah pembelian yang dilakukan sekali transaksi dengan menerima barang yang di beli dan memberikan uang sebagai alat tukar yang sesuai dengan jumlah yang disepakati

Pembelian Credit atau Berkala adal pembelian yang dilakukan lebih dari satu kali transaksi, pada transaksi pertama pembeli memberika sejumlah uang sebagai uang muka dan penjual memberikan  barang yang di beli dengan catatan akan terjadi pembeyaran kedua

Proses Pembelian
Dalam proses pembelian, konsumen akan melalui sebuah proses, yaitu :
1)    Menganalisa keinginan dan kebutuhan
2)    Menilai beberapa sumber
3)    Menetapkan tujuan pembelian
4)    Mengidentifikasi alternative pembelian
5)    Mengambil keputusan untuk membeli
6)    Perilaku sesudah pembelian

Berikut adalah tahapan-tahapan pembelian sebagai berikut :

Tahap pertama adalah Kesadaran akan kebutuhan suatu dan ketersediaannya. Seorang konsumen harus tahu bahwa ada kebutuhan atau ada kesempatan yang dapat dilakukan bila dia membeli barang tertentu dan barang tertentu tersebut tersedia di pasar.

Tahap kedua, seorang Konsumen akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang produk yang akan dibelinya. Konsumen akan mencari informasi suatu produk tentang fitur-fiturnya, harganya, penjualannya, dan juga jaminan dari perusahaan.

Tahap ketiga, maka seorang Konsumen akan merasa suka dan butuh terhadap produk itu secara umum.

Tahap keempat adalah preferensi. “Kenapa saya harus membeli produk merk A, bukan merk B. Kenapa saya harus membeli tipe yang seharga ini bukan seharga itu.” Ini adalah preferensi. Konsumen akan mencocokkan produknya disesuaikan dengan kesukaannya, seleranya, budgetnya dan lainnya. Di tahapan ini konsumen sudah mulai mengerucutkan pada apa yang lebih disukai dibandingkan yang lain.

Tahap kelima adalah membuat keyakinan atau konfirmasi. Setelah konsumen mengerucutkan pada beberapa pilihan, dia akan tambah mantap setelah mendengar penjelasan yang baik dari penjual /salesman dan memutuskan untuk membeli.

Tahapan yang terakhir, keenam, akhirnya konsumen tersebut akan merasa puas atas hasil pembelian yang telah dilakukannya, dan setiap konsumen akan berbeda.

Jadi, sebenarnya dalam tahapan ketika seseorang ingin membeli sesuatu apakah itu laptop, mobil, makanan, baju dan lainnya akan melewati 6 tahapan ini. Kesadaran akan kebutuhan produk, lalu mendorongnya mencari informasi lebih banyak. Setelah itu dia yakin akan kebutuhannya membeli produk itu. Setelah proses ini dia akan mencari preferensi mana yang dia sukai. Lalu akhirnya dia meyakinkan diri, “OK”, kalau begini saya beli.” Setelah yakin, seorang konsumen akhirnya membeli.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian

Pengalaman :

1)  sikap dan kepercayaan
2) Konsep diri

Kebudayaan :

1) Kelas Sosial
2) Kelompok referensi

KKonsep AIDA+S

AIDA+S merupakan singkatan dari attention (perhatian), interest (tertarik), desire (keinginan), action (tindakan), dan satisfaction (kepuasan). AIDA+S merupakan salah satu konsep strategi pemasaran yang bisa diimplementasikan dalam dunia bisnis yang bertujuan untuk memberi kepuasan pada konsumen dan memberi keuntungan pada perusahaan. Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan bisnis yang dapat menarik hati konsumen. Konsep AIDA+S terdiri atas lima komponen yaitu sebagai berikut.

1.   Attention
Pertamakali kosumen dihubungi atau ditawari oleh perusahaan tertentu sehingga muncul perhatian (attention) pada diri konsumen (Galaksi, 2009:1). Pada tahap perhatian (attention) perusahaan berusaha agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya. Untuk mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus memperlihatkan sikap yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang menarik yang akan memberikan penilaian yang positif dari calon konsumen yang akan berpengaruh terhadap terjadinya jual beli. Namun, Khani menyebut huruf A dalam konsep AIDA+S sebagai aware. Menurut Khani (2009:1) langkah pertama dalam strategi pemasaran adalah konsumen harus menyadari atau tahu (aware) akan keberadaan sebuah produk.

2.   Interest
Interest adalah timbulnya minat konsumen terhadap barang yang sudah dia perhatikan (Galaksi, 2009:1). Sejalan dengan pendapat Galaksi, Khani juga berpendapat yang sama tentang interest (2009:1), yaitu setelah mengetahui segala sesuatu tentang produk itu akan timbul rasa tertarik (interest) pada diri konsumen. Pada tahap ini perusahaan berusaha meningkatkan perhatian calon konsumen menjadi minat dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan, mendengarkan, dan memahami kebutuhan konsumen.

3.   Desire
Menurut Khani (2009:1) adanya ketertarikan tersebut akan menimbulkan hasrat, keinginan (desire) konsumen untuk membeli dan menggunakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pada tahap ini perusahaan harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi keinginan membeli dari calon konsumen adalah faktor pendapatan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin dan lain lain.

4.   Action
Pada tahap tindakan (action) perusahaan harus dapat mewujudkan kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa barang, jasa, dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.

5.    Satisfaction
Pada tahap kepuasan (satisfaction) perusahaan harus dapat memastikan bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan konsumen.

Impulse buying
Adalah perilaku konsumen yang melakukan pembelian secara spontan, tanpa perncanaan terlebih dahulu.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang membeli sesuatu diluar rencana, yaitu :
1. Hasrat untuk mencoba barang atau merk baru.
2. Pengaruh dari iklan yang ditonton sebelumnya.
3. Display dan kemasan produk yang menarik.
4. Bujukan Salesman atau Sales Promotion Girl.

Strategi produsen dalam menjaring impulse buying diantaranya adalah sebagai berikut

1. Komunikasi atau promosi harus mind catching, misalnya : menggunakan publik figur sebagai bintang iklan.

2. Distribusi : produk harus semudah mungkin diakses oleh konsumen, misalnya : meletakkan produk (permen, coklat, batu battery, dan produk low involvement lainnya) di kasir swalayan atau toko.

3. Display produk yang menarik. Sebagian besar konsumen yangmelakukan impulse buying adalah wanita dan anak-anak. Dan mereka biasanya tertarik dengan kemasan produk yang menarik. Mengapa fokus pada anak anak ? Walaupun mereka bukan yang pegang uang, dan tidak memiliki purchasing power yang independen, namun anaka-anak merupakan influencer yang tinggi dalam memilih barang. Bayangkan bila si kecil tiba-tiba mogok didepan barang yang diinginkannya, tentu orang tua tidak punya pilihan lain selain mengabulkan permintaannya.

4. Produk yang inovatif : konsumen cenderung mencoba produk produk baru. Dan, bisanya produk yang hanya rata rata, memiliki potensi yang rendah dalam menarik impulse buying. Usahakan produk Anda seinovatif mungkin, baik dari kualitas maupun kemasannya.

Siklus Pembelian

Siklus pembelian adalah suatu kegiatan atau transaksi pembelian, baik itu secara tunai maupun kredit dalam suatu organisasi. Sistem Informasi Akuntansi Pembelian berarti suatu sistem pembelian atau suatu sistem transaksi untuk mendapatkan barang-barang baik secara kredit maupun secara tunai di dalam suatu organisasi / perusahaan yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi yang penting, memberi sinyal kepada management dan menyediakan suatu dasar informasi pembelian untuk pengambilan keputusan yang cerdik.Dalam pembahasan kali ini, siklus pembelian terdiri atas :

1.      Pembelian Tunai berdasarkan penawaran supplier
2.      Pembelian Tunai berdasarkan inisiatif perusahaan
3.      Pembelian kredit berdasarkan penawaran supplier
4.      Pembelian kredit berdasarkaninisiatif perusahaan

Alur Transaksi Pembelian

Pada setiap perusahaan baik perusahaan barang dan jasa dalam menjalankan aktivitasnya selalu memerlukan barang-barang yang pengadaannnya harus dibeli dari pihak lain. Misalnya perlengkapan kantor , barang yang dibeli untuk dijual (barang dagangan) atau barang yang dibeli untuk diolah kembali (bahan Baku). Pembelian barang-barang dapat dilakukan dengan pembelian tunai maupun kredit Kelengkapan administrasi pembelian Pada perusahaan yang telah memiliki SOP (Standard Operational Procedure) dan penyelenggaraan administrasinya secara manual, jeis perlengkapan yang diperlukan terdiri atas : formulir-formulir, buku-buku untuk mencatat, peralatan kantor (ATK), mesin kantor dan kegiatan kesekretariatan lainnya.

Formulir adalah daftar isian baik itu yang tercetak maupun tidak yang memiliki ruang untuk diisi dengan informasi. Formulir bermanfaat untuk menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis, merekam data, mengurangi kesalahan dan menyampaikan informasi pokok dari satu ke orang lain. Format formulir di tiap-tiap perusahaan tidaklah sama, tetapi secara umum memiliki data yang sama yang harus diisi.

Formulir-formulir yang diperlukan dalam aktivitas pengelolaan pembelian adalah sebagai berikut :
•           Surat permintaan pembelian : Surat ini diisi oleh bagian gudang atau bagian lain yang memerlukan barang. Surat permintaan pembelian berisi antara lain mengenai: nama, jenis,tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diminta, kapan barang yang bersangkutan harus sudah diterima.
•           Surat permintaan penawaran harga : Surat ini diisi oleh bagian pembelian dalam hal barang yang diminta dalam surat paermintaan pembelian belum ada pada daftar langganan (pemasok/supplier). Surat permintaan penawaran harga berisi antara lain mengenai: nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diminta tanggal paling lambat penerimaan barang yang diminta permintaan informasi mengenai syarat pembayaran dan syarat penyerahan yang diminta oleh calon pemasok.
•           Surat Order pembelian (Purchase Order/PO) : Formulir ini diisi oleh bagian pembelian. Formulir ini berisi keterangan mengenai nama dan alamat pemasok nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diminta  tanggal paling lambat penerimaan barang yang dipesan syarat pembayaran dan syarat penyerahan barang


Bab III
Daftar Pustaka

http://achmadresyamartio.blogspot.com/2013/11/definisi-pembelian.html
http://ucanseeme-dhelya.blogspot.com/2012/11/faktor-yang-mempengaruhi-perilaku.html
http://babymonkey-khayratul.blogspot.com/2013/11/proses-pembelian.html

http://selviningtyasdk.blogspot.com/2013/09/babi-pendahuluan-di-era-globalisasi.html

Minggu, 12 Oktober 2014

Remaja di Era Globalisasi

Nama : Sheila Bilqiska Maharani

Kelas : 3EA02
Tugas : SOFTSKIL Prilaku Konsumen (Remaja di Era Globalisasi)


KATA PENGANTAR

 Puji serta syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT , karena atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Gaya Hidup”.

  Makalah ini ditunjukkan untuk memenuhi salah satu tugas kuliah Perilaku Konsumen. Selain itu makalah ini disiapkan sebagai bahan latihan bagi rekan mahasiswa yang ingin mengamati lebih jauh tentang
Remaja Di Era Globalisasi

Penulis sangat menyadari begitu banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini. Oleh karena itu , penulis sangat mengharapkan kritik dan saran konstruktif dari semua pihak.

Dengan demikin penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan semua dukungan semua pihak.


Depok, Oktober 2014



BAB I
PENDAHULUAN

Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, remaja diartikan sebagai usia muda atau mulai dewasa. Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, di mana pada fase ini mereka belajar untuk memahami dan menerima keadaan dan kenyataan yang ada dalam dirinya dan orang lain, juga termasuk lingkungan sosial yang membentuknya. Menurut Sudarwan (2010), periode remaja transisi berusia antara 12-19 tahun di mana periode ini merupakan transisi antara masa kanak-kanak dan usia dewasa. Periode ini merupakan masa perubahan yang sangat besar. Selama periode tahun ini pertumbuhan fisik, emosional, dan intelektual terjadi dengan pesat, hal tersebut menjadikan individu sebagai remaja untuk menyesuaikan dan memperluas pandangannya tentang dunia (rasa ingin tahu yang tinggi).

Pertumbuhan dan perkembangan remaja dapat dilihat dari dua sisi yang saling terkait, di mana ia mengalami perubahan secara fisik (biologis) dan psikis (rohani dan sosial), sebagaimana diutarakan Sudarwan (2010: 8). Ketika seorang individu beranjak remaja, berarti ia telah mampu untuk membedakan hal yang baik dan yang buruk, hal tersebut perlu perhatian dan pengawasan dari orang-orang di sekitarnya (orang tua, guru, masyarakat).

Berbicara mengenai remaja dengan globalisasi dewasa ini, memunculkan berbagai isu untuk terus diikuti perkembangan dan dinamikanya, juga sebagai bahan kajian yang tak kalah menarik. Era globalisasi menuntut segala aspek kehidupan dan seluruh masyarakat untuk berubah, lebih berkembang dan maju. Era globalisasi merupakan era persaingan bebas dalam segala aspek kehidupan (ekonomi, pendidikan, teknologi, dll.), pada era ini memperlihatkan suatu kondisi bahwa dunia ini sudah semakin kecil. Di dalam konteks informasi, dunia ini sudah menjadi satu, tidak ada lagi kotak-kotak yang membatasi wilayah satu dengan lainnya. Dengan adanya peran media (televisi, radio, majalah, internet) telah mempengaruhi gaya hidup dan moralitas remaja.



BAB II
PEMBAHASAN


Pengertian Globalisasi

Adapun konsep globalisasi menurut pendapat para ahli adalah :

1. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.

2. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.

3. Thomas L. Friedman
Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.

Proses Globalisasi

Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup.
Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial.
Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul.

Dampak Globalisasi

Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh tatanan masyarakan modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara selektif

Faktor –faktor Budaya Asing Masuk

A. Kurangnya Penjagaan yang ketat di wilayah gerbang Indonesia

Dalam gerbang wilayah Indonesia, sepertinya kurang adanya badan seleksi khusus yang bisa menyeleksi budaya-budaya asing negatif yang masuk ke Indonesia. Seperti masih banyaknya gambar serta video porno yang didatangkan dari luar.



B. Lifestyle yang berkiblat pada barat

Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang meniru gaya hidup atau lifestyle orang-orang bule atau lebih berkiblat kebarat-baratan, yakni melakukan sex bebas, berpakaian mini, gaya hidup bebas tanpa ikatan atau biasa sering kita sebut dengan kumpul kebo. Istilah ini digunakan kepada pasangan yang bukan muhrimnya tetapi tinggal seatap tidak dalam tali pernikahan.

Di Indonesia gaya hidup ini tidak dibenarkan karena menyalahi beberapa norma yakni norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan. Sanksi yang diberikan bagi yang melanggar juga cukup berat terutama pada lingkungan sekitarnya. Orang-orang yang melakukan “kumpul kebo” atau tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan ini akan dipandang kurang pantas oleh warga sekitar. Sanksi yang diberikan masyarakat tidak berat tetapi cukup menyakitkan karena bisa-bisa akan mengucilkan orang yang melakukan kegiatan ini.

C. Menyalagunakan Tekhnologi

Seperti sempat kita bahas diatas bahwa pemanfaatan tekhnologi yang salah dapat mempermudah arus budaya asinya negatif yang masuk. Seperti Internet sekarang ini internet banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, seperti ada situs porno, melakukan hal penipuan, dll. Orang-orang menyalahgunakan pemanfaatan tekhnologi ini denga cara yang tidak benar. Orang-orang bisa mengakses dengan mudah situs-situs porno yang mereka inginkan. Hal ini membawa dampak buruk bagi yang menikmatinya.

Cara Menanggulangi

Era Globalisasi dewasa ini mengharuskan kita untuk bersikap arif dan mampu merumuskan serta mengaktualisasikan kembali nilai-nilai kebangsaan yang tangguh dalam beriteraksi terhadap tatanan dunia luar dengan tetap berpijak pada jadi diri, serta menyegarkan dan memperluas makna pemahaman kebangsaan kita dengan mengurangi berbagai dampak negatif yang akan timbul dengan cara :

1. Pembangunan kualitas manusia Indonesia melalui pendidikan.
2. Pemberian ketrampilan hidup ( life skill) agar mampu menciptakan kreatifitas dan kemandirian.
3.Usaha menumbuhkan bidaya dan sikap hidup global, seperti mandiri, kreatif, menghargai karya, optimis, dan terbuka.
4. Usaha selalu menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional.
5. Usaha menciptakan pemerintahan yang transparan dan demokratis.


Cara Lain dalam Menanggulangi Era Globalisasi

1Bersikap kritis dan teliti

Sebagai penerus bangsa,kita harus bersikap kritis dan teliti terhadap hal-hal yang baru didatangkan dari luar, bagaimana kita bisa memfilter apakah hal ini bisa membawa dampak baik atau buruk bagi kita. Bersikaplah kritis terhadap sesuatu yang baru, banyak bertanya pada orang-orang yang berkompeten dibidangnya dan teliti apakah inovasi tersebut bisa sesuai dengan iklim indonesia dan pastikan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di Indonesia.
2   
  
Perluas Ilmu pengetahuan (IPTEK)

Sebelum budaya asing itu masuk sebaiknya kita telah mengetahui apa inovasi- inovasi yang masuk itu secara jelas dan rinci. Kita bisa mengetahui keguanaan hal itu secara keilmuannya, seperti situs jaringan facebook. Facebook saat ini sedang menjamur dikalangan masyarakat, dari berbagai usia semua menggunakan situs ini untuk menjalin tali silaturahmi yang telah lama terputus. Tetapi ada beberapa orang yang menyalahgunakan facebook sebagai ajang caci maki dan hina dina. Jika kita mengetahui fungsi awal facebook itu sendiri adalah untuk menjalin tali silaturahmi, kita tidak akan menyalahgunakan situs ini untuk berbuat yang tidak-tidak. Sehingga kita harus mengetahui terlebih dahulu fungsinya untuk apa dan manfaatnya seperti apa.

3Harus sesuai dengan Norma-norma yang berlaku di Indonesia

Pengaruh budaya asing yang masuk terkadang tidak sesuai dengan noram norma yang berlaku di Indonesia. Jika kita menyaksikan film-film luar, mereka menganut gaya hidup yang bebas dan jika diterapkan disini melanggar beberapa norma yang ada di Indonesia. Misalnya saja berciuman dimuka umum. Kita sering menyaksikan film-film barat yang melakukan adegan-adegan mesra di muka umum, hal itu tidak bisa diterapkan di Indonesia karena melanggar norma kesopanan. Biasanya di film-film barat, wanitanya berpesta dengan menggunakan pakaian mini sambil bermabuk-mabukan jika hal itu diterapkan di Indonesia, adat seperti itu tetntu tidak sesuai jika kita terapkan di Indonesia.
Indonesia masih memegang adat ketimuran yang sangat kental sehingga masyarakat di sini hidup dengan aturan-aturan yang berlaku dan tentunya pantas sesuai dengan adat kesopanan. Walaupun Indonesia memiliki beriburibu pulau tetapi adat istiadat mereka selalu mengajarkan kebaikan dan tidak menganjurkan perbuatan buruk untuk dilakukan.

4Tanamkan “Aku Cinta Indonesia”

Maksud dari simbol ini adalah bahwa adat istiadat yang ditularkan oleh nenek moyang kita adalah benar adanya dan dapat membawa manfaat yang baik bagi diri kita sendiri untuk masa kini dan kedepannya. Sehingga kita tidak mudah terbawa arus budaya asing yang membawa kita kepada dampak yang negatif.

5
 Meningkatkan Keimanan dan ketakwaan

Seperti telah kita bahas bahwa agama merupakan pondasi utama dalam diri yang bisa mengontrol diri kita kepada hawa napsu yang akan mengganggu kita kedalam jurang kenistaan. Agama sangat penting bagi kelangsungan umatnya. Apabila sesorang sudah terbawa kedalam kesesatan, agamalah yang menjadi penolong umatnya agar berubah kembali menjadi lebih baik.


BAB III
PENUTUP


A.KESIMPULAN

Generasi muda yang pintar pasti bisa memilih mana sesuatu yang baik bagi dirinya mana yang tidak baik bagi dirinya. Terlihat didalam lingkungan sosialnya, keika ia terjun didalam lingkungan sosialnya ia menjadi individu yang bebas dan hanya dia yang bisa memilih ia ingin bergaul dengan siapa. Pribadi yang supel akan bisa membawa dirinya kepada siapa saja tetapi perlu diingat menyeleksi teman itu harus, karena pengaruh negatif dari pihak asing bisa datang dari siapa saja, baik dari teman, tekhnologi canggih ataupun apa saja . Sehingga kita sebagai orang timur wajib menjunjung tinggi norma dan adat ketimuran kita.

B.SARAN
Sebagai bangsa yang mempunyai banyak norma,kita harus mematuhi segala aturan-aturan yg ada di norma tersebut.Indonesia adalah Negara yang terkenal dengan adat ketimurannya yang menjunjung kesopanan di segala bidang. Jadi,kita harus menjauhi budaya asing di negeri kita ini dan menjunjung serta melestarikan budaya warisan nenek moyang Bangsa Indonesia


DAFTAR PUSTAKA

http://psg.uii.ac.id/index.php/RADIO/4-Februari.html
http://pustaka-makalah.blogspot.com/2011/03/pengaruh-era-globalisasi-terhadap.html
http://yusufekonug.mhs.unimus.ac.id/files/2012/06/MAKALAH-B.INDO_1.pdf